16052021 Tips Membuat Karyawan Produktif Usai Libur Lebaran small

Tips Membuat Karyawan “Move On” Usai Libur Lebaran

Meskipun tidak mudik, Idul Fitri tetap menjadi moment yang paling ditunggu oleh para karyawan. Masa-masa libur kerja dan berkumpul virtual dengan keluarga tetap terasa menyenangkan dan menarik untuk dikenang.  Usai libur Lebaran, saatnya karyawan kembali menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasa.

Namun, sebagian karyawan masih banyak yang belum move on dari liburan dan seakan enggan untuk kembali ke rutinitas harian menghadapi email yang belum di balas, proyek yang harus diselesaikan, penjualan yang masih jauh dari target, dan tumpukan pekerjaan lainnya.

Untuk menghindari jet lag libur lebaran yang terlalu lama, Anda harus segera menemukan langkah efektif untuk kembali meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja para karyawan. Untuk membuat karyawan segera move on , berikut adalah lima cara terbaik yang bisa kita lakukan. Yuk simak!

1. Agendakan Halal Bi Halal Virtual

Untuk membangun motivasi dan kebersamaan karyawan, halal bi halal bisa menjadi agenda yang bisa dilakukan perusahaan di hari pertama masuk kantor usai libur lebaran. Weits, tidak perlu sentuh fisik secara langsung, karena kegiatan ini bisa dilakukan secara virtual.  Anda dapat meminta karyawan untuk menyalakan kamera dari komputer masing-masing dengan menggunakan kostum tema tertentu. Supaya lebih seru lagi, buat acara makan bersama dari rumah karyawan masing-masing diikuti dengan doorprize online bagi karyawan yang memiliki antusias terheboh.

2. Tingkatkan Komunikasi Secara Langsung dan Jelas

Tidak jarang, para karyawan akan menonaktifkan aplikasi pesan instant atau email saat menjelang liburan. Begitu kembali bekerja, mereka akan disibukkan dengan kegiatan membaca dan membalas email satu per satu yang sudah menumpuk pada kotak masuk. Untuk memastikan tidak ada informasi terlewat, bantu ingatkan karyawan dengan komunikasi secara langsung, melalui personal chat atau via telepon.

Ingatkan mereka kembali deadline proyek, masukan dari klien, dan informasi penting lainnya yang mungkin terlewat di kotak masuk email. Fitur task management pada Entomo bisa menjadi solusi tepat untuk menjalin komunikasi secara langsung secara personal pada setiap karyawan. Tidak hanya itu, Entomo juga menyediakan timeline ala sosial media yang bisa dimanfaatkan untuk menyapa kembali para karyawan usai libur lebaran dengan lebih interaktif.

3. Hindari Menuntut Kerja Lembur Kecuali Benar-Benar “Penting”

Pada minggu-minggu awal usai libur lebaran, sebaiknya hindari menuntut karyawan untuk bekerja lembur. Berikan ruang beradaptasi bagi karyawan dengan menyelesaikan pekerjaan pada jam kerja saja. Harapannya, suasana fresh kala libur lebaran tetap terjaga dan tidak mengurangi kualitas hubungan dengan keluarga dan relasi lain di luar jam kerja.

Namun jika ada pekerjaan yang benar-benar penting, pastikan bahwa jam lembur kayawan tidak melebihi batas yang seharusnya. Untuk memudahkan mengelola lembur karyawan, kita dapat memanfaatkan aplikasi HRIS Odoo. Mulai dari pengajuan lembur, pencatatan waktu lembur, persetujuan lembur dari atasan, perhitungan insentif lembur hingga batas lembur setiap karyawan per bulan yang dapat disesuaikan ketentuan perusahaan.

Selain itu, HRIS Odoo juga memberikan berbagai manfaat lain mulai dari absensi online, manajemen cuti, hingga perhitungan gaji karyawan.

4. Evaluasi Target dan Kinerja Karyawan Usai Liburan

Ketika karyawan kembali bekerja setelah liburan panjang, biasanya akan banyak deadline dan target yang harus diselesaikan. Hal ini kemungkinan akan membuat karyawan menjadi lebih stres dan hasil pekerjaan pun menjadi kurang optimal. Oleh karena itu sebelum memulai rutinitas pekerjaan, tidak ada salahnya untuk melakukan evaluasi kinerja yang telah dicapai, serta target yang belum berhasil dituju.

Agenda ini penting dilakukan secara berkala untuk memastikan apakah pekerjaan atau proyek yang dikerjakan masih realistis, dan setiap karyawan tetap berada di jalur kerja yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Apabila terdapat kesalahan, maka Anda dapat mengupayakan perbaikan secepat mungkin sebelum masalah semakin melebar.

Kini, Anda dapat memanfaatkan fitur coaching-in pada Entomo untuk berdiskusi mengenai target yang ingin dicapai, memberikan kritik atau masukan secara efektif tanpa menyinggung perasaan karyawan. Tidak perlu menuntut perubahan yang cepat, berikan waktu selama beberapa hari atau minggu pada karyawan untuk melakukan perubahan kinerja.

5. Berikan Apresiasi Untuk Karyawan Berprestasi

Apresiasi untuk karyawan berprestasi tidak selalu dalam bentuk fresh money, tapi juga dapat diberikan dengan memberi reward berupa voucher, cuti liburan tambahan, atau poin penilaian. Apresiasi ini dapat membantu mengembalikan motivasi kerja karyawan setelah libur lebaran. Fitur gamifikasi dalam entomo memberikan Anda kesempatan untuk memberikan reward secara interaktif dan menarik pada karyawan.

Tidak hanya itu, dengan Machine Learning dan Artificial Intelligence yang dimiliki oleh Entomo mampu mengingatkan Anda secara rutin untuk memberikan apresiasi berupa pujian pada karyawan. Tentunya hal ini akan membantu Anda dalam meningkatkan motivasi kerja dan keinginan karyawan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

Dengan demikian, suasana kompetitif juga akan terbangun di antara karyawan di perusahaan Anda tanpa adanya permusuhan. (ita)

Leave a Comment