WhatsApp Image 2020-08-06 at 15.39.07 (1)

Strategi Mempertahankan Bisnis dengan Norma Baru

Berdamai dengan pandemic covid 19 menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk tetap bertahan. Mereka menyebutnya, new normal atau norma baru. Pandemi yang tengah melanda hampir seluruh negara di dunia ini memberikan banyak dampak, terutama dari sisi ekonomi. Beberapa perusahaan besar harus merelakan karyawannya untuk bertahan di situasi ini. Ada juga yang tidak mampu, dan memutuskan untuk menghentikan bisnisnya alias gulung tikar.

Namun, banyak juga yang masih berjuang melindungi karyawan dan tetap mempertahankan bisnisnya. Jika ingin bertahan untuk jangka waktu lama, bisnis yang dulu hidup dengan keuntungan sebagai prioritas utama, kini harus berubah haluan. Lalu, bagaimana cara mempertahankan bisnis dengan norma baru seperti sekarang ini? Berikut beberapa strategi dari kami.

  1. Memanfaatkan solusi berbasis aplikasi untuk memudahkan karyawan bekerja secara daring – mulai dari absen, menerima/melaporkan tugas, klaim biaya, dll. Kita bisa absen dimana saja, tidak harus dikantor. Dan kita tidak perlu lagi memakai salinan kertas untuk melakukan semua hal tersebut, kita cukup menggunakan aplikasi saja. 
  2. Meningkatkan produktivitas karyawan dengan kolaborasi secara daring, sehingga tim dapat bekerja di zona waktu berbeda secara efektif dan efisien. Dengan situasi seperti sekarang, karyawan lebih sering bekerja dari rumah daripada di kantor. Disinilah kolaborasi daring berperan. Karyawan tetap bisa melakukan diskusi dengan atasan ataupun sesama karyawan tanpa harus bertatap muka.
  3. Membuka jalur penjualan baru untuk berinteraksi secara non fisik dengan pelanggan melalui aplikasi ponsel, toko online, marketplace, dan chatbot. Kita harus mengurangi aktifitas diluar rumah karna adanya pandemi ini. Berinteraksi secara non fisik adalah salah satu cara yang tepat untuk kita. Dengan begitu kita bisa mengurangi adanya interaksi secara langsung dengan orang lain.
  4. Memudahkan transaksi dengan para pemasok melalui portal online. Jika kita menggunakan portal online, kita bisa meminimalkan interaksi menggunakan dokumen fisik. Selain itu, kita juga mengurangi adanya pemakaian kertas.
  5. Jangan lupa untuk tetap memastikan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi terjaga dengan baik, agar data-data bisa diakses dengan mudah namun tetap aman selama work from home. Karena jika jaringan atau infrastruktur telekomunikasinya tidak terjaga dengan baik, bisa berakibat fatal. Contohnya saat sedang melakukan meeting dengan tim, dan seketika jaringan kita terputus, itu akan membuat kita ketinggalan informasi.
  6. Menganalisa data yang terkumpul dengan intelegensia buatan untuk meningkatkan performa karyawan, membangun loyalitas pelanggan dan membina kerjasama dengan relasi bisnis. Hal ini sangat membantu perusahaan untuk bisa memantau apakah para karyawan menyelesaikan tugas mereka secara tepat waktu atau tidak. Juga bisa mengingatkan apa-apa saja yang menjadi jobdesk karyawan selama seminggu kedepan, atau sebulan kedepan. Jadi tidak ada pekerjaan yang terlupa untuk dikerjakan. 
BACA JUGA:  Aplikasi Pendukung Bisnis Saat Norma Baru

Pandemic covid 10 secara langsung mendesak masyarakat untuk bertranformasi sosial, ekonomi dan teknologi. Pelaku bisnis perlu menyadari bahwa cara kerja lama tidak efektif lagi dilakukan saat ini. seperti mengurangi interaksi tatap muka secara langsung. Besok pasti sangat berbeda – itulah sebabnya kita harus mulai mengatur ulang strategi agar bisa bertahan di masa depan. (Jes/Ita)

Leave a Comment