Happy-New-Year-2021-v1

Sembilan Trend Teknologi Strategis Tahun 2021 Versi Gartner

Aktivitas bisnis pada era digital masih terkait erat dengan perkembangan informasi dan teknologi. Banyak lini usaha melebarkan sayapnya di sektor digital dengan laju yang cukup cepat. Pelaku bisnis dalam rentang waktu singkat, berupaya untuk menyesuaikan pola hidup dimasyarakat yang semakin lekat dengan digital dan teknologi. Gartner memprediksi trend teknologi tahun 2021 akan mengarah pada tiga tema : People Centricity, Location Independence and Resilient Delivery.

People Centricity adalah konsep yang menempatkan people (pegawai, pelanggan, masyarakat) sebagai pusat dari segala bisnis, dimana mereka memerlukan proses digitalisasi untuk tetap bertahan di lingkungan norma baru saat ini.

Location independence adalah kebebasan pegawai atau pelaku usaha untuk bekerja dimana saja. Untuk bisa tetap terhubung, tentunya hal itu memerlukan teknologi yang mendukung gaya hidup baru masyarakat saat ini.

Resilient delivery adalah bisnis yang mampu bertahan dengan segala kondisi, seperti saat terkena dampak pandemi ,resesi, dan dampak lainnya. Untuk itu diperlukan suatu teknologi yang membantu bisnis tetap bisa beradaptasi dan mengatasi semua jenis gangguan.

Mengutip dari Gartner, terdapat 9 teknologi di tahun 2021 ini perlu dikembangkan oleh perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan norma baru dan bisnis di masa mendatang.

  1. Internet of Behaviour (IOB).

IOB adalah trend menggunakan data sebagai alat untuk memahami dan menganalisa perilaku pelanggan yang berguna untuk perkembangan bisnis di masa mendatang. Data yang digunakan bisa berasal dari data pelanggan, data warga yang diolah oleh pemerintah, media sosial, pelacakan lokasi dan penyebaran domain public dari pengenalan wajah. Contoh penggunaan IOB bisa diimplementasikan pada industry otomotif, terutama kendaraan roda empat. IOB bisa menjadi fitur istimewa bagi mobil-mobil komersial untuk memantau perilaku pengemudi, mulai dari kebiasaan mengerem mendadak hingga melakukan belokan tajam. Perusahaan kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk meningkatkan kinerja, perutean, dan keamanan pengemudi. Perusahaan dapat mengimplementasikan big data analytics untuk mengikuti tren IoB ini

2. Total experience.

Total experience menggabungkan pengalaman pelanggan, pengalaman pegawai, dan pengalaman pengguna untuk transformasi bisnis. Tujuannya adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas user experience karyawan, pelanggan dan pengguna. Untuk mengikuti trend ini, perusahaan dapat mengimplementasikan solusi Touchless Gesture Interaction, Customer Relationship Management (CRM), Human Capital Management (HCM), dan Unified Communication..

3. Privacy-enhancing computation

Privacy-enhancing computation mendukung tiga teknologi yang dapat melindungi data selama digunakan. Pertama, menyediakan lingkungan yang aman untuk memproses data. Lalu yang kedua melakukan pemrosesan dan analitik secara terdesentralisasi. Sementara yang ketiga mengenkripsi data dan algoritma sebelum dianalisa. Trend ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan riset di lokasi manapun dengan tetap menjaga kerahasiaan data.

4. Distributed Cloud

Distributed Cloud adalah trend teknologi cloud masa depan, dimana layanan cloud nya sendiri didistribusikan ke berbagai lokasi. Sementara operasional dan tata kelolanya tetap menjadi tanggung jawab penyedia layanan cloud. Tentunya trend cloud ini jauh lebih praktis, dan lebih efisien dari segi biaya namun tetap menaati ketentuan data yang harus berada di lokasi tertentu.

5. Anywhere operations

Anywhere operations atau bisa dikenal dengan trend “bekerja dari mana saja” yang semakin akrab dengan masyarakat sejak munculnya pandemic COVID-19. Trend anywhere operations memungkinkan menjalankan proses bisnis dari lokasi manapun. Pegawai, partner bisnis dan pelanggan dapat saling berinteraksi dari tempat yang berbeda tanpa harus kontak fisik secara langsung. Trend yang erat kaitannya dengan istilah digital first dan remote first ini, sudah diimplementasikan sebagian besar perusahaan di dunia. Namun meskipun kemudahan dalam menjalankan operasional perusahaan bisa dilakukan dimana saja, bukan berarti keberadaan kantor fisik tidak dibutuhkan. Hanya saja, ini merupakan pemanfaatan teknologi yang bisa digunakan perusahaan untuk menjalankan proses bisnis dalam situasi apapun. Untuk bisa mengikuti trend ini, perusahaan dapat menggunakan layanan video conference online dengan berbagai fitur yang tersedia di pasaran.

6. Cybersecurity mesh

Cybersecurity mesh atau jaringan keamanan siber adalah trend dengan pendekatan arsitektur terdistribusi untuk mengontrol keamanan siber perusahaan secara terukur dari sisi efektifitas , fleksibilitas, dan tingkat keandalannya. Trend ini memungkinkan untuk menjaga identitas seseorang dengan lebih responsif dan proaktif dari perimeter keamanan.  Beberapa solusi seperti Identity and Access Management (IAM), Privileged Access Management (PAM), dan Customer Identity and Access Management (CIAM) bisa diimplementasikan oleh perusahaan untuk mengikuti trend ini.

7. Intelligent composable business

Intelligent composable business adalah bisnis yang mengoptimalkan penggunaan teknologi agar dapat cepat beradaptasi sesuai kondisi. Dengan menjalankan tren ini, perusahaan dapat menjalankan bisnis dengan agile dan menggunakan data yang tersedia untuk mengambil keputusan dengan cepat. Trend intelligent composable business ini menggunakan empat landasan utama yaitu modularity, autonomy, orchestration dan discovery untuk membuat proses bisnis menjadi lebih cepat, lebih tangkas, lebih agile dan organisasi kepemimpinan yang lebih baik. Untuk berhasil melakukan ini, perusahaan harus peka terhadap kebutuhan masyarakat dan menanggapi dengan cepat.

Contohnya adalah perusahaan produsen mesin pencuci piring dan pendingin anggur yang beralih bisnis menjadi distributor peralatan medis selama pandemi. Inti dari trend ini adalah mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan pada saat ini dan menggunakan platformnya untuk beralih ke produk atau layanan lain.

8. AI engineering

Pada tahun 2021, AI Engineering atau kecerdasan buatan ini akan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan otomatisasi proses. Kecerdasan buatan yang awalnya hanya digunakan pada proses produksi, berkembang menjadi rekayasa AI untuk mengelola dan mengambil keputusan pada operasional perusahaan.  Rekayasa AI Engineering akan meningkatkan performasi, skalabilitas, interpretabilitas dan keandalan dengan tetap memberikan nilai investasi yang tinggi.

9. Hyperautomation

Hyperautomation adalah perkembangan trend strategis dari tahun 2020 yang dijalankan dengan lebih baik. Konsep otomatisasi tingkat tinggi ini bertujuan untuk mempercepat proses bisnis, dan menyelesaikan masalah rumit yang muncul akibat kompleksitas operasional. Brian Burke, Research Vice President dari Gartner mengungkapkan bahwa saat ini permintaan otomatisasi task-management telah beralih ke otomatisasi berbasis proses. Seperti mengotomatiskan sejumlah tugas berulang dalam satu proses, menjadi otomatisasi fungsional di berbagai proses. Bahkan trend otomatisasi ini diprediksi akan merambah pada tingkat ekosistem bisnis.

Tahun 2021 menjadi tahun yang tepat untuk mengimplementasikan teknologi-teknologi baru demi bisnis yang lebih baik.  Sejumlah trend teknologi tahun 2021 dari Gartner ini bisa menjadi referensi para pelaku bisnis untuk mengembangkan perusahaan. Metrocom Jaddi Technology sebagai perusahaan penyedia jasa konsultasi di bidang teknologi informasi, siap membantu memberikan solusi penerapan teknologi yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan perusahaan. (ita)

Leave a Comment