follow-the-leader_popup

Lima Rencana Strategi HR Leader Tahun 2021, Pengembangan Diri Karyawan Menjadi Prioritas!

Human Resources Development (HRD) memiliki peran penting dalam mengelola karyawan yang merupakan aset penting perusahaan. Tahun 2020 telah mengajarkan kepada pelaku bisnis untuk lebih dinamis, mudah beradaptasi dan siap memecahkan masalah dengan cepat dan tepat. Rupanya pandemic covid-19 telah mempengaruhi pengambilan keputusan HR dalam mendorong operasional perusahaan tidak terkecuali HRD.

Gartner telah melakukan survey kepada lebih dari 800 HR Leader dari berbagai industry, untuk melihat prioritas apa yang akan dijalankan di tahun 2021 ini. Membangun keahlian dan kompetensi masih menjadi prioritas utama, tapi banyak HR leader lain yang lebih mengedepankan kualitas kinerja karyawan, leadership dan pengalaman karyawan.
Kira-kira apa saja strategi HRD yang dapat dilakukan untuk memajukan perusahaan pada tahun 2021 ini?

  1. Pengembangan Ketrampilan
    Hati-hati, pandemi bisa dijadikan alasan karyawan untuk tidak bekerja secara maksimal. Berdasarkan survey tersebut, ternyata banyak karyawan tidak mempelajari keterampilan baru yang tepat, entah untuk personal development atau untuk memberi manfaat lebih bagi perusahaan.
    Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan pendekatan dinamis untuk melakukan reskilling dan redeploying talent dimana setiap individu yang terkena dampak dari pekerjaan tersebut bisa turut merasakan perubahan akibat adanya keterampilan baru.
  2. Cara Tata Kerja Perusahaan
    Setelah pengembangan keterampilan, 46% HR Leader mengidentifikasi perlunya perubahan tata cara perusahaan dan strategi manajemen untuk membantu para karyawan bekerja lebih optimal. Misalnya, banyak karyawan yang justru kelelahan saat bekerja dari rumah karena perusahaan tidak membatasi jam kerja. Pengaturan tata kerja perusahaan adalah salah satu hal yang harus menjadi pertimbangan bagi HR Leaders demi menghasilkan hasil pekerjaan yang jauh lebih baik.
  3. Menumbuhkan Kepemimpinan Saat Ini, dan Masa Depan.
    Menjalankan suatu perusahaan memang bukan perkara mudah, para pemimpin harus memiliki rencana agar tetap konsisten dalam menghasilkan value dan meningkatkan kinerja karyawan. Sayangnya, hanya 44% karyawan yang percaya bahwa pemimpin mereka mampu menangani krisis perusahaannya.
    Kepercayaan pada pemimpin perusahaan juga didukung oleh kurangnya keragaman budaya dalam membangun jaringan pertemanan (networking). Networking merupakan cara yang bagus untuk memberikan dukungan bagi karyawan. Keterlibatan pemimpin dalam membangun network terkadang masih terbatasi. Namun para pemimpin harus tetap mencoba untuk membangun hal tersebut untuk mendukung pertumbuhan dan menghasilkan manfaat bagi karyawan individu, kepemimpinan, dan organisasi.
  4. Gaya Bekerja Masa Depan
    Pandemi COVID-19 akan berdampak Panjang pada masa depan pekerjaan. Pertanyaan besar yang muncul adalah, seberapa besar trend ini akan berdampak pada rencana dan strategi perusahaan, serta Tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi dampaknya.
    Untuk mengatasinya, pemimpin SDM dapat mengidentifikasi tren kerja di masa depan yang relevan dengan bisnis. Salah satu caranya, dengan melakukan seleksi dari tiga sisi yaitu relevansi, dampak, dan peluang. Namun apa pun metodologi yang ingin digunakan, proses identifikasi ini sangat penting dilakukan untuk perencanaan strategis dan perencanaan skenario untuk fungsi SDM.
  5. Pengalaman karyawan
    Masalah kerap dihadapi saat ini adalah gaya kerja hybrid menghasilkan kualitas pekerjaan yang berbeda-beda tergantung dimana lokasi karyawan berada. Sementara HR harus tetap menjaga budaya perusahaan dan memastikan karyawan bekerja sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan. Model hybrid ini sebenarnya memberi kesempatan karyawan untuk bekerja secara maksimal dari mana saja sesuai dengan kenyamanan mereka. Untuk meningkatkan experience yang lebih baik, perusahaan harus mendukung dan mengaktifkan pendekatan ini pada life-cycle karyawan. (Jess/Ita)

Leave a Comment