WechatIMG820-1024x622

4 Cara Jitu Membuat Karyawan Bekerja Optimal Dari Jarak Jauh

Tidak terasa sudah hampir setahun kita membiasakan diri untuk bekerja dari jarak jauh. Demi meminimalisir adanya kontak fisik di era pandemi ini, banyak perusahaan memutuskan mempercayai para karyawannya bekerja dari rumah. Meskipun tampak menyenangkan bisa bekerja tanpa harus ke kantor, tapi gaya kerja hybrid ini memiliki tantangan tersendiri bagi para karyawan. Terutama bagi mereka yang harus bekerja dalam tim dengan orang-orang yang belum pernah bertemu secara langsung.

Bagaimana cara perusahaan untuk tetap mengetahui kinerja karyawannya selama bekerja jarak jauh? Berikut empat taktik jitu dari kami. Yuk, kita simak bersama…

1. Menciptakan suasana nyaman

Perusahaan harus memastikan para atasan dapat meluangkan waktu sejenak untuk terlibat langsung dengan karyawan jarak jauh. Setidaknya terjalin komunikasi langsung satu kali dalam sehari, baik melalui email, panggilan telepon, bertukar pesan lewat social media ataupun obrolan lewat video.

Terkadang para atasan tidak memberikan arahan secara langsung, sehingga menimbulkan perbedaan persepsi dan membuat para karyawan tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Interaksi yang konsisten dengan setiap anggota tim wajib menjadi prioritas utama para atasan demi hasil kinerja yang memuaskan walaupun dikerjakan dari jarak jauh.

Memberikan apresiasi kepada karyawan juga merupakan hal yang harus dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan terkadang kurang menyadari bahwa hal seperti ini bisa meningkatkan keterlibatan karyawan dalam bekerja. Pengakuan hasil kinerja tidak perlu sesuatu yang formal atau dalam bentuk yang mewah. Misalnya, email atau pesan terima kasih pribadi yang membuat karyawan merasa dihargai dan terlibat saat mereka bekerja dari jarak jauh.

2. Memastikan karyawan meluangkan waktu untuk berlibur

Menyambung dari poin satu, salah satu bentuk terimakasih yang bisa diberikan oleh perusahaan adalah waktu libur. Jika karyawan sudah terlihat sangat stress dan mengakibatkan kinerja mereka kurang maksimal, sebaiknya perusahaan memberikan waktu karyawan untuk berlibur. Ingat, karyawan juga perlu waktu untuk berlibur demi mengurangi rasa penat juga stress yang dirasakan akibat deadline pekerjaan setiap hari. Harapannya, setelah berlibur mereka bisa menjadi lebih produktif lagi dalam bekerja.

3. Membuat jadwal untuk bicara dari hati ke hati
Terkadang banyak sekali keluhan yang ingin karyawan sampaikan namun mereka tidak memiliki ruang untuk menyampaikannya. Seperti masalah keluarga, masalah percintaan atau bahkan masalah dalam pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit karyawan yang tiba-tiba saja ingin resign karena hal tersebut. Perusahaan sebaiknya memberikan ruang keluh kesah bagi para karyawan agar suasana pekerjaan tetap kondusif.
Tentu tidak terlihat professional jika bekerja melibatkan masalah pribadi, namun beberapa penelitian menunjukkan 13% karyawan lebih produktif ketika mereka bahagia. Hal ini akan memberikan impact yang sangat bagus untuk perusahaan bukan? Misalnya seperti virtual coffee break selama 15 atau 20 menit. Dan hal ini bisa menjadi penyemangat mereka untuk bekerja lebih baik.

4. Menggunakan sistem untuk memantau pekerjaaan karyawan
Di era millennial seperti sekarang ini, system untuk memantau pekerjaan karyawan bisa menjadi solusi. Salah satunya, sistem manajemen performa yang disediakan oleh KPISoft. Manajemen bisa menurunkan target perusahaan secara transparant ke setiap department untuk dibagi pekerjaannya hingga ke masing-masing individu karyawan. Setiap karyawan akan mendapatkan dashboard secara personal dan bisa memasukkan aktivitas pekerjaannya sehari-hari sesuai dengan target. Tentu saja, tampilan dari KPISoft ini sudah dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan user experience para penggunanya.

Ingin tahu lebih lengkap tentang system manajemen performa dari KPISoft? Jangan ragu untuk hubungi kami, karena Metrocom siap membantu Anda! (Jess/ita)

One Response

Leave a Comment