green-data-center

Data Center Ramah Lingkungan Kunci Bisnis Masa Depan

Permintaan terhadap pusat pengolahan data atau data center meningkat seiring melonjaknya penggunaan perangkat lunak di berbagai sektor kehidupan, tidak ketinggalan Google, Microsoft, Facebook, Amazon, dan Equinix.  Data Center Frontier pada September 2020 mencatat setidaknya ada 10 kesepakatan dari perusahaan raksasa berbasis teknologi tersebut dengan nilai miliaran dolar AS yang focus menggarap sebuah data center.

Data Center merupakan sebuah ruangan yang di rancang untuk menempatkan perangkat jaringan computer dan penyimpanan data yang biasa digunakan oleh kalangan pengusaha maupun organisasi untuk mengelola data dalam skala besar.

Demi mengembangkan bisnis tersebut, Facebook telah menginvestasikan setidaknya 1 miliar dolar AS untuk menambahkan tiga Gedung pusat Big Data di Georgia. Proyek pembangunan tersebut akan menambah kapasistas data center nya hingga 1,5 juta feet (kaki) persegi.

Hal ini menunjukkan bahwa data center memegang peran penting mengingat dunia telah memasuki era transformasi digital yang tentu memerlukan ruang penyimpanan tanpa batas yang bernama Data Center.

Tapi, tahukah Anda bahwa penyimpanan data digital ini akan menghasilkan 14% dari emisi karbon dunia pada tahun 2040.

Apa hubungannya?

Kebutuhan penyimpanan data baru yang terus bertambah akan berdampak pada penyesuaian kapasitas data center. Sementara untuk meningkatkan kapasitas data center diperlukan ruang yang lebih luas untuk meletakkan rak baru dan peralatan lainnya, dimana semua perangkat terebut harus dalam keadaan menyala, aman, kondisi dingin, dan tidak boleh mati. Kita tentu menyadari bahwa untuk mengoperasikan suatu perangkat elektronik seperti jaringan server, kipas, konsol, monitor, lampu, dan sistem pendingin selama 24/7 pasti membutuhkan energi dalam jumlah besar.

Seiring dengan peningkatan penggunaannya, Data Center tidak hanya akan menghadapi masalah biaya listrik yang lebih tinggi dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh dan handal, tetapi juga dampak terhadap lingkungan yang sering kali tidak dapat dipulihkan.

Dengan pandangan inilah, pemerintah di seluruh dunia telah memberlakukan peraturan yang ketat tentang emisi karbon yang digunakan oleh sector teknologi. Beberapa diantaranya termasuk larangan yang diberlakukan Beijing pada Data Center dengan power usage effectiveness (PUE) 1,5 atau lebih tinggi.

Mengurangi penggunaan energi listrik ini tentunya akan menguntungkan penyedia data center secara finansial. Selain efisiensi biaya, Green Data Center akan menjadi kunci model bisnis masa depan yang berkelanjutan dalam jangka Panjang. Hal ini menjadi sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan kepedulian terhadap masa depan yang lebih memperhatikan lingkungan hijau, serta tren menuju Data Center yang lebih hemat energi akan terus meningkat.

Di beberapa negara seperti Irlandia, perkembangan ekonomi data center yang pesat telah melampaui pasokan energi mereka. Oleh karena itu, negara-negara di seluruh dunia harus mencari alternatif baru, dan disinilah Green Data Center berperan sebagai standard industry selanjutnya.

Pembangunan data center ramah lingkungan dapat dilakukan melalui dua model, yaitu Green of IT dan Green by IT. Green of IT adalah mengganti system yang lama dengan system yang lebih ramah lingkungan. Sementara Green by IT adalah memanfaatkan teknologi IT agar dapat mengurangi polusi seperti membuat aplikasi dengan system paper less agar dapat mengurangi pemakaian kertas. Sementara untuk menerapkan green computing pada data center dapat dimulai dengan tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Melakukan perhitungan efisiensi energi secara tepat. Sebisa mungkin mengurangi penggunaan energy, jika ada peralatan yang diam atau tidak aktif, maka akan lebih baik jika dinon aktifkan.
  2. Memilih lokasi data center dengan tepat dan cerdas. Seperti Facebook yang memilih Kutub Utara sebagai lokasi data center untuk menjaga ruangan server tetap dalam kondisi dingin tanpa menggunakan mesin pendingin.
  3. Menganalisa dan merancang ulang system pendingin ruangan. Jika saat ini menggunakan cooling system yang seadanya, maka kita bisa mulai menggunakan “Cooling” (Sistem Pendingin) yang hemat energi.
  4. Menghitung ulang penggunaan backup dan redundasi system pada data center, dengan cara menggabungkan storage atau tempat penyimpanan dengan data server.
  5. Virtualisasi media penyimpanan untuk melakukan efisiensi energi, Dengan media penyimpanan virtual, server dapat dikurangi, dan pengaturan media penyimpanan bisa lebih mudah.
  6. Menggunakan adjustable equipment dan mulai menggunakan manajemen energy yang terletak pada CPU, serta menggunakan voltage regulation dan power supply yang resmi.

Bagaimana dengan Anda, sudahkah bisnis Anda menggunakan data center yang ramah lingkungan? (jess/ita)

One Response

Leave a Comment