WhatsApp Image 2020-08-06 at 15.39.06

Apa itu Maha Data (Big Data)?

Kalian mungkin sudah banyak mendengar tentang Big Data atau Maha Data tapi masih bingung memahaminya. Lalu apa itu big data(maha dataSeperti namanya, Maha Data adalah sesuatu yang berukuran sangat besar. Untuk mempermudah pemahaman tentang Maha data ini, bisa dianalogikan dengan media sosial yang sering kita gunakan.

Saat ini banyak aplikasi media sosial yang sengaja dibuat untuk menghasilkan data yang banyak setiap hari. Ketika kita bicara tentang platform sosial media seperti facebook, Instagram, twitter, dan media sosial lainnya, bisa dibayangkan ada jutaan pengguna yang terkoneksi setiap saat, berbagi informasi kapanpun mereka mau.

Data pengguna, dan data informasi tersebut jumlahnya pasti banyak sekali ya? Pertanyaannya, bagaimana cara menangani sejumlah besar data ini? Bagaimana data ini bisa membantu kita dalam dunia bisnis? Disinilah peran Maha Data dibutuhkan.

Maha data (Big Data) adalah istilah untuk menggambarkan kumpulan data dengan ukuran yang sangat besar. Data disini bisa berupa data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Data bisa berasal dari berbagai sumber, seperti data email, data pelanggan, data pegawai, data penjualan, data keuangan, data transaksi, dan masih banyak data lainnya.

Tapi tidak semua data bisa dikategorikan sebagai Maha Data. Suatu data bisa disebut Maha Data jika memenuhi empat karakteristik penting berikut:

  1. Volume pada Maha Data memiliki ukuran yang besar atau data yang bisa dengan cepat membesar sehingga membutuhkan storage space yang sangat besar pula. Dalam hal kecepatan pertumbuhan maupun frekuensi perubahan, bisa mencakup data-data yang berasal dari data sehari-hari.
  2. Variasi (variety) pada Maha Data memiliki karakteristik yang beragam dan tidak homogen, biasanya memiliki banyak sekali variabel. Variasi dari maha data bisa berupa data berstruktur seperti data angka-angka maupun deretan huruf-huruf yang berasal dari sistem database. Bisa juga mencakup data setengah terstruktur seperti halnya data email maupun XML. Maha data pun juga bisa mencakup data tidak berstruktur seperti data teks, suara, dan video.
  3. Kecepatan (Velocity) pada Maha Data memiliki karakteristik cepat sekali berubah baik dari sisi variabel maupun tipe data. Untuk lebih mudahnya bisa dibayangkan kecepatan dari saat kita membuka Youtube dan memainkan beberapa video secara bersamaan, atau bisa juga seperti kecepatan saat kita mengecek pulsa selular.
  4. Veracity (Akurat) berarti Maha data memiliki kerentanan dari sisi keakuratan dan kevaliditasan sehingga memerlukan kedalaman untuk menganalisis Maha data agar bisa menghasilkan keputusan yang tepat.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jelas bahwa Maha data bukan hanya soal ukuran yang sangat besar namun juga memiliki karakteristik seperti jenis data sangat beragam dan laju pertumbuhan maupun frekuensi perubahan sangat tinggi. Data kecepatan tinggi dihasilkan dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga memerlukan teknik pemrosesan yang berbeda.

Jumlah data-data ini akan terus bertambah seiring dengan kemajuan teknologi. Namun perlu diingat, maha Data hanya akan menjadi suatu data mentah jika tidak diberdayakan. Untuk memberdayakan Maha Data memang bukan perkara mudah, karena membutuhkan investasi infrastruktur, sumber daya manusia, dan suatu manajemen berbasis teknologi untuk mengolah data-data tersebut.

Kini yang menjadi poin utama adalah apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut? Kita akan bahas di artikel berikutnya ya! (jess/ita)

WhatsApp Image 2020-08-06 at 15.39.07

Fitur aplikasi absensi yang dibutuhkan saat new normal

Norma baru telah berjalan, dan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah sudah dilakukan. Kini saatnya para pelaku bisnis untuk beranjak dan memutar kembali roda perekonomian. Dengan kondisi new normal, memastikan karyawan bisa bekerja secara maksimal sekaligus melindungi kesehatan mereka dari penyebaran virus adalah tantangan baru berikutnya dimana dalam hal ini juga membutuhkan fitur aplikasi absensi yang cocok dalam kondisi saat ini. 

Bertumpu pada kemajuan teknologi, sistem kehadiran berbasis aplikasi nirsentuh akan menjadi solusi wajib dimiliki oleh para pelaku bisnis untuk mengawasi seluruh karyawan secara efektif. Lalu fungsi apa saja yang dibutuhkan pada aplikasi sistem absensi karyawan di new normal ini?  

Face Recognition (Sistem Pengenalan Wajah)

Mengenali identitas karyawan merupakan fungsi dasar dari system kehadiran karyawan. Kini dengan teknologi biometric, model pengenalan identitas karyawan melalui bentuk wajah sudah bisa dilakukan. Selain lebih akurat, dengan system pengenalan wajah ini bisa membantu divisi sumber daya manusia (SDM) meminimalisir tingkat kecurangan para karyawan. Hanya karyawan terdaftar yang bisa melakukan absen.  

Geotagging (Penandaan Geografis)

Penandaan geografis berbasis GPS ini, memiliki fungsi yang membantu karyawan melaporkan aktivitasnya secara detail hingga ke titik lokasi. Terlebih dengan situasi norma baru seperti saat ini, karyawan tidak selalu berada di kantor. Penting untuk mengetahui dimana posisi mereka saat ini. Atasan juga akan lebih mudah melihat pergerakan karyawan yang ditampikan dalam bentuk visualisasi peta online.

Pay slip (Slip Gaji)

Mengakses informasi gaji melalui aplikasi smartphone, menjadi fitur dambaan semua karyawan. Tidak hanya gaji, fitur ini juga bisa digunakan untuk menginformasikan besaran insentif yang diterima oleh karyawan berdasarkan performasi kehadiran. Beban pekerjaan dari Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) akan jauh berkurang karena karyawan sudah bisa mengakses informasi slip gaji secara mandiri.

Leave

Terlalu banyak bekerja, dan ingin berlibur sejenak? Fitur pengajuan cuti melalui aplikasi kehadiran, menjadi fungsi yang menarik untuk dimiliki. Selain praktis dari sisi pengajuan cuti, karyawan juga bisa mengetahui berapa banyak sisa cuti yang mereka miliki. Setiap cuti yang diajukan oleh karyawan, akan masuk ke dalam aplikasi masing-masing atasan sehingga bisa melakukan persetujuan/penolakan dengan lebih cepat.  (jes/ita)

WhatsApp Image 2020-08-06 at 15.39.06 (1)

Aplikasi Pendukung Bisnis Saat Norma Baru

Pandemi Covid-19 bukan penghalang bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya. Justru perusahaan semakin bersaing dalam inovasi untuk membuat perbedaan bisnis pasca-pandemi. Salah satu inovasi terbaru yang bisa diandalkan untuk menjaga kelangsungan bisnis adalah memanfaatkan kemajuan teknologi.

Salah satu bentuk dari teknologi yang memudahkan ini adalah aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh di smartphone. Dengan adanya aplikasi-aplikasi ini, berbagai kebutuhan dapat terpenuhi dengan lebih mudah, nyaman, dan cepat. Sudah banyak aplikasi pendukung bisnis yang sangat mudah untuk dioperasikan di norma baru ini.

Lalu, fungsi aplikasi apa saja yang bisa mendukung bisnis saat norma baru?

  1. Kerja Jarak Jauh dan Rapat Virtual. Hal ini menjadi kebiasaan baru bagi para pekerja yang melakukan pekerjaannya dari rumah atau di luar kantor. Rapat online maupun konferensi bisa dilakukan melalui beragam platform pendukung, seperti Zoom, Google Meet, Teams, dll. Hal ini menjembatani tim di tempat berbeda untuk berkomunikasi dengan zona waktu yang berbeda pula.
  • Absensi Kehadiran Di Gawai. Hadirnya absensi di gawai ini sangat membantu perusahaan dalam memastikan kehadiran karyawan yang bekerja dari rumah atau tempat lain tanpa harus datang ke kantor. Perusahaan bisa memantau waktu, lokasi, dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh karyawan setiap harinya.
  • Manajemen Performa Karyawan. Meningkatkan performa perusahaan menjadi tantangan tersendiri di norma baru ini, karena karyawan yang bekerja secara daring tetap harus dipantau performanya. Intelegensia buatan memungkinkan perusahaan mendeteksi adanya deviasi terhadap performa normal tiap individu, sehingga bisa segera dieskalasi ke manajer individu yang bersangkutan.

Ketiga fungsi aplikasi di atas merupakan aplikasi utama pendukung bisnis norma baru, yang bisa ditemukan di seluruh partner teknologi Anda. Berbekal ketiga fungsi tersebut, Anda akan lebih dimudahkan dalam operasional bisnis harian pada norma baru. Jadi, Anda tidak perlu memusingkan detail-detail kecil yang tidak penting. (jes/ita)

WhatsApp Image 2020-08-06 at 15.39.07 (1)

Strategi Mempertahankan Bisnis dengan Norma Baru

Berdamai dengan pandemic covid 19 menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk tetap bertahan. Mereka menyebutnya, new normal atau norma baru. Pandemi yang tengah melanda hampir seluruh negara di dunia ini memberikan banyak dampak, terutama dari sisi ekonomi. Beberapa perusahaan besar harus merelakan karyawannya untuk bertahan di situasi ini. Ada juga yang tidak mampu, dan memutuskan untuk menghentikan bisnisnya alias gulung tikar.

Namun, banyak juga yang masih berjuang melindungi karyawan dan tetap mempertahankan bisnisnya. Jika ingin bertahan untuk jangka waktu lama, bisnis yang dulu hidup dengan keuntungan sebagai prioritas utama, kini harus berubah haluan. Lalu, bagaimana cara mempertahankan bisnis dengan norma baru seperti sekarang ini? Berikut beberapa strategi dari kami.

  1. Memanfaatkan solusi berbasis aplikasi untuk memudahkan karyawan bekerja secara daring – mulai dari absen, menerima/melaporkan tugas, klaim biaya, dll. Kita bisa absen dimana saja, tidak harus dikantor. Dan kita tidak perlu lagi memakai salinan kertas untuk melakukan semua hal tersebut, kita cukup menggunakan aplikasi saja. 
  2. Meningkatkan produktivitas karyawan dengan kolaborasi secara daring, sehingga tim dapat bekerja di zona waktu berbeda secara efektif dan efisien. Dengan situasi seperti sekarang, karyawan lebih sering bekerja dari rumah daripada di kantor. Disinilah kolaborasi daring berperan. Karyawan tetap bisa melakukan diskusi dengan atasan ataupun sesama karyawan tanpa harus bertatap muka.
  3. Membuka jalur penjualan baru untuk berinteraksi secara non fisik dengan pelanggan melalui aplikasi ponsel, toko online, marketplace, dan chatbot. Kita harus mengurangi aktifitas diluar rumah karna adanya pandemi ini. Berinteraksi secara non fisik adalah salah satu cara yang tepat untuk kita. Dengan begitu kita bisa mengurangi adanya interaksi secara langsung dengan orang lain.
  4. Memudahkan transaksi dengan para pemasok melalui portal online. Jika kita menggunakan portal online, kita bisa meminimalkan interaksi menggunakan dokumen fisik. Selain itu, kita juga mengurangi adanya pemakaian kertas.
  5. Jangan lupa untuk tetap memastikan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi terjaga dengan baik, agar data-data bisa diakses dengan mudah namun tetap aman selama work from home. Karena jika jaringan atau infrastruktur telekomunikasinya tidak terjaga dengan baik, bisa berakibat fatal. Contohnya saat sedang melakukan meeting dengan tim, dan seketika jaringan kita terputus, itu akan membuat kita ketinggalan informasi.
  6. Menganalisa data yang terkumpul dengan intelegensia buatan untuk meningkatkan performa karyawan, membangun loyalitas pelanggan dan membina kerjasama dengan relasi bisnis. Hal ini sangat membantu perusahaan untuk bisa memantau apakah para karyawan menyelesaikan tugas mereka secara tepat waktu atau tidak. Juga bisa mengingatkan apa-apa saja yang menjadi jobdesk karyawan selama seminggu kedepan, atau sebulan kedepan. Jadi tidak ada pekerjaan yang terlupa untuk dikerjakan. 

Pandemic covid 10 secara langsung mendesak masyarakat untuk bertranformasi sosial, ekonomi dan teknologi. Pelaku bisnis perlu menyadari bahwa cara kerja lama tidak efektif lagi dilakukan saat ini. seperti mengurangi interaksi tatap muka secara langsung. Besok pasti sangat berbeda – itulah sebabnya kita harus mulai mengatur ulang strategi agar bisa bertahan di masa depan. (Jes/Ita)